BUKTI KRONOLOGIS DAN BUKTI AUTENTIK SAKSI LAMBANG PERDOSSI
09 September 2011 Jam 19:35:27, PERDOSSI ADMIN PUSAT, Hits : 6565


Sejarah Lambang Perdossi

SEPENGGAL KENANGAN PULUHAN TAHUN SILAM

Hari menjelang malam, ketika pimpinan sidang, Prof. dr. Soemargo Sastrodiwirjo, DSS dan dr.Mardias Almatzier, DSS, mempersilahkan giliran deleg Ikatan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (IDASI) Cabang Jawa Timur mempresentasikan design logo Idasi yang dibuatnya. dr. TroeboesPoerwadi, DSS, sebagai Ketum IDASI Jatim meminta Sekumnya (dr. Moh Hasan Machfoed, DSS) untuk presentasi. Setelah berbasa-basi  sejenak, dr Hasan langsung menerangkan makna dari setiap komponen logo yang dibuatnya bersama dr.Troeboes, yang isinya antara lain : (1) Otak, girus dan sulkus digambar bulat merah sebagai pusat susunan saraf; (2) ditengah ada tulisan IDASI dan lambang tongkat dan ular adalah sesuai dengan lambang IDI, (3) delapan ruji merah menggambarkan ikatan batin para dokter spesialis saraf dari 8 penjuru angin untuk bersatu dan memperkuat organisasi; (4) ujung segitiga ruji berarti setiap dokter spesialis saraf melaksana kan 3 fungsi,yaitu : Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian; (5)  tulisan Ikatan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (IDASI) adalah identitas organisasi; (6)  gambar perisai segilima paling luar menggambarkan azas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah selesai, presentasi dilanjutkan oleh Cabang berikutnya.  Setelah semua cabang menyelesaikan presentasi, Pimpinan Sidang minta break sejenak untuk menentukan cabang mana yang akan keluar sebagai pemenang. Tak lama kemudian, semua delegasi disuruh masuk ruang sidang. Dan pimpinan sidang mengumumkan bahwa pemenangnya adalah IDASI Cabang Jatim. Dengan demikian, untuk selanjutnya logo itu ditetapkan sebagai lambang organisasi yang sah. Semua hadirin bertepuk tangan, tanda setuju dgn keputusan siding.

Sejawat Yth

Itulah sepenggal kenangan puluhan tahun silam yang diingat Mod. Suasana diatas menggambarkan Rapat Kerja PP IDASI, yang dipimpin Ketua Umum (Prof Soemargo)  dan Sekjen (dr.Mardias). Raker dilaksanakan pada bulan Oktober 1984, bertempat di  Hotel Horison, Ancol, Jakarta. Selain membicarakan konsolidasi orgnisasi, Raker juga berniat membuat logo organisasi, yang dilakukan secara kompetisi antar cabang. Konsolidasi organisasi dilakukan setelah IDASI secara resmi memisahkan diri  Perhimpunan Neurologi, Psikiatri dan Neuro Chirurgi (PNPNCh). Proklamasi pemisahan dilakukan di Medan, beberapa bulan sebelumnya.

Sejawat Yth

Kala itu,organisasi kita yang bernama IDASI masih kecil, anggotanya pun tdk sebanyak sekarang. Cabang masih menggunakan nama propinsi, bukan nama kota seperti  halnya sekarang. Kala itu delegasi (1) Sumatera Utara diwakili: dr. Darulkutni Nasution;  (2) Sumatera Barat(dr. Basjiruddin) ; (3) Sumatera Selatan (dr. Alwi Shahab); (4) Jawa Barat (dr. Dede Gunawan); (5) Daerah Khusus Ibukota Jakarta(dr. Samino); (6) Daerah Istimewa Jogyakarta (dr. RusdiLamsudin; (7) Jawa Tengah (almarhum dr. Soedomo Hadinoto); (8) Jawa Timur (dr Troeboes dan dr Hasan) dan  (9) Sulawesi Selatan (dr.  Amiruddin Aliah). Jangan lupa, semua yang disebut diatas itu menyandang gelar DSS, kepanjangan dari  Dokter Spesialis Saraf. Dan alhamdulillah, semua pelaku sejarah itu masih tahes, alias sehat wal afiat, kecuali dr Soedomo yang telah wafat. Logo IDASI itu dipakai sampai  1996. Tahun 1996 IDASI ganti nama Perdossi. Ini karena IDI tidak berkenan bila organisasi dibawahnya memakai kata I (Ikatan). Sekalipun namanya berubah, lambang dan maknanya tetap tidak berubah, kecuali tulisan Idasi diganti Perdossi.

 Sejawat Yth

Apa yang Mod ceritakan itu adalah sebagian dari sejarah Perdossi. Sebagai orang yang terlibat didalamnya, Mod merasa punya kewajiban moral untuk menceritakannya.  Keterlibatan Mod dalam organisasi yang kala itu masih bernama PNPNCh diawali tahun 1977. Kala itu Mod masih PPDS, tapi alhamdulillah dipercaya jadi sekretaris OC event  besar yang disebut Biennial Meeting PNPNCh 1978 di Surabaya. Bukan main berbinar-binarnya hati ini dapat mengenal dan bersentuhan langsung(maksudnya berjabatan tangan) dgn tokoh-tokoh penting, seperti Prof Hasan Saanin, Prof Mahar Mardjono, Prof  Kussumanto, dan guru besar lainnya. Sejak saat itu hingga sekarang (32 tahun) Mod selalu terlibat dalam kepengurusan organisasi profesi ini dalam berbagai posisi. Kadang posisi berdiri, kadang jengking, heh,heh.

Sejawat Yth

Sejarah selalu penting diketahui terutama oleh generasi penerus. Mengapa? Ya, karena dengan sejarahlah kita mengetahui jati diri kita. Bayangkan kalau anda tidak tahu sejarahnya bapak dan ibu anda. Sejarah bukanlah perjalanan hidup biasa. Sejarah merupakan refleksi sekaligus perspektif mendalam dari perjalanan hidup itu sendiri.  Karena itu Boeng Karno selalu mewanti-wanti, jangan sekali-kali melupakan sejarah.  Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya(pembuat sejarah). Dan perlu diingat, jangan sekali-sekali membengkokan sejarah. Karena selain hidup akan terkutuk dunia aherat, pada akhirnya fakta akan muncul kepermukaan sebagai kebenaran sejarah. Sedikit cuplikan dari tulisan prof mod tempo hari Utk

lengkapnya silakan buka file indoneuro.

==================================================================